Doa, Usaha, dan Harapan
Saat ini kami (saya dan
suamiku) sedang menantikan sebuah jawaban dari doa dan harapan kami.
Beberapa hari lalu suami saya menjalani testing penerimaan karyawan
untuk salah satu perusahaan energi swasta.
Sekitar
pertengahan Januari lalu suami saya menemukan iklan lowongan pekerjaan
untuk salah satu perusahaan energi swasta terbesar di Indonesia - dari
koran Kompas. Qualification yang dituliskan disana sangat sesuai dengan
suami saya. Karena memang sudah sejak lama suami saya ingin masuk
perusahaan energi, dengan cepat dia langsung apply vacant position di
perusahaan tersebut.
Di bulan Februari, suami
saya mendapat kesempatan bekerja di salah satu perusahaan asuransi
terbesar di dunia, dan satu lagi kesempatan bekerja di Malaysia. Namun
karena satu dan dua hal, kami tidak meneruskan proses tersebut. Di
pertengahan Februari itu juga suami saya menerima sms/notification (dari
perusahaan energi yg di apply Januari sblmnya) yang berisi undangan
testing di daerah Senayan. Berhubung header sms/notification tersebut
adalah "Hot News" maka suami saya mengabaikan sms tersebut.
2
Maret 2013 malam, suami saya membuka account gmailnya. Setelah membuka
beberapa saat, dengan suara agak pelan dan kecewa suami saya
memberitahukan bahwa dia menerima email undangan aptitude test dari
perusahaan energi tsb untuk tanggal 2 Maret 2013 pagi. Ya, hari itu juga
tapi pagi sedangkan kami membaca/membuka email tsb di malamnya.
Ada
perasaan kecewa dan menyesal dihati kami. Seandainya saja kami dapat
membuka email tsb lebih cepat lagi. Seandainya kami membuka email sehari
sebelumnya pastilah kami tidak semenyesal ini. Melihat ekspresi suami
saya yang tersenyum lemas membuat saya ingat bahwa sebenarnya kami
memiliki kesempatan untuk memasuki tahap aptitude test, which is not everybody as lucky as we are.
Saya menyarankan suami saya untuk menghubungi kembali perusahaan tersebut. Nothing to lose, right?
Awalnya
suami saya merasa tidak ada gunanya menghubungi mereka karena dia
berasumsi mereka pasti sudah flagging status resume suami saya karena
tidak hadir testing. Perusahaan besar begitu, yang peminatnya bisa sampe
11.000-an setiap kali membuka lowongan. "Masa iya sih dia mau kasi
kesempatan lagi..?". Mungkin itulah yang dipikirkan suami saya.
Seperti yang saya bilang ke suami saya "Nothing to lose
Pa.. kalau memang tidak bisa lagi ya sudah memang saat ini kita belum
berjodoh dengan perusahaan itu. At least kita sudah berusaha follow up,
toh ketidakikutsertaan papa testing karena memang tidak tahu. Tapi siapa
tau mereka masih memberikan kesempatan kepada papa..? Kita berdoa saja
pa..nothing to lose, coz we're really hoping for this".
Mungkin suami saya memikirkan kembali saran saya, dan tanpa saya ketahui dia menghubungi perusahaan tersebut. And God really works!
Tidak ada usaha yang sia-sia. 2 April - saat ulang tahun suami saya -
Perusahaan tersebut memberikan kesempatan lagi kepada suami saya untuk
mengikuti aptitude test. It's just a test but it means a lot to us. Tanggal 6 April suami saya berangkat test. Berangkat dengan doa dan harapan dari kami sekeluarga.
Dan
hari ini, suami saya mendapat email notification lagi dari mereka.
Perusahaan tsb meminta suami saya untuk mengirimkan file-file yang
mereka perlukan. Dan malam ini kami akan persiapkan seluruh file
tersebut dengan sangat baik.
Semoga step by step proses
seleksi karyawan yang sedang dijalani suami saya berjalan lancar dan
hasilnya sesuai dengan doa dan harapan kami. Semoga Tuhan berbelas kasih
melihat usaha kami... Amin...
No comments:
Post a Comment