Monday, April 8, 2013

Doa, Usaha, dan Harapan

Doa, Usaha, dan Harapan

Saat ini kami (saya dan suamiku) sedang menantikan sebuah jawaban dari doa dan harapan kami. Beberapa hari lalu suami saya menjalani testing penerimaan karyawan untuk salah satu perusahaan energi swasta.

Sekitar pertengahan Januari lalu suami saya menemukan iklan lowongan pekerjaan untuk salah satu perusahaan energi swasta terbesar di Indonesia - dari koran Kompas. Qualification yang dituliskan disana sangat sesuai dengan suami saya. Karena memang sudah sejak lama suami saya ingin masuk perusahaan energi, dengan cepat dia langsung apply vacant position di perusahaan tersebut.

Di bulan Februari, suami saya mendapat kesempatan bekerja di salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia, dan satu lagi kesempatan bekerja di Malaysia. Namun karena satu dan dua hal, kami tidak meneruskan proses tersebut. Di pertengahan Februari itu juga suami saya menerima sms/notification (dari perusahaan energi yg di apply Januari sblmnya) yang berisi undangan testing di daerah Senayan. Berhubung header sms/notification tersebut adalah "Hot News" maka suami saya mengabaikan sms tersebut.

2 Maret 2013 malam, suami saya membuka account gmailnya. Setelah membuka beberapa saat, dengan suara agak pelan dan kecewa suami saya memberitahukan bahwa dia menerima email undangan aptitude test dari perusahaan energi tsb untuk tanggal 2 Maret 2013 pagi. Ya, hari itu juga tapi pagi sedangkan kami membaca/membuka email tsb di malamnya.

Ada perasaan kecewa dan menyesal dihati kami. Seandainya saja kami dapat membuka email tsb lebih cepat lagi. Seandainya kami membuka email sehari sebelumnya pastilah kami tidak semenyesal ini. Melihat ekspresi suami saya yang tersenyum lemas membuat saya ingat bahwa sebenarnya kami memiliki kesempatan untuk memasuki tahap aptitude test, which is  not everybody as lucky as we are.

Saya menyarankan suami saya untuk menghubungi kembali perusahaan tersebut. Nothing to lose, right?
Awalnya suami saya merasa tidak ada gunanya menghubungi mereka karena dia berasumsi mereka pasti sudah flagging status resume suami saya karena tidak hadir testing. Perusahaan besar begitu, yang peminatnya bisa sampe 11.000-an setiap kali membuka lowongan. "Masa iya sih dia mau kasi kesempatan lagi..?". Mungkin itulah yang dipikirkan suami saya.

Seperti yang saya bilang ke suami saya "Nothing to lose Pa.. kalau memang tidak bisa lagi ya sudah memang saat ini kita belum berjodoh dengan perusahaan itu. At least kita sudah berusaha follow up, toh ketidakikutsertaan papa testing karena memang tidak tahu. Tapi siapa tau mereka masih memberikan kesempatan kepada papa..? Kita berdoa saja pa..nothing to lose, coz we're really hoping for this".

Mungkin suami saya memikirkan kembali saran saya, dan tanpa saya ketahui dia menghubungi perusahaan tersebut. And God really works! Tidak ada usaha yang sia-sia. 2 April - saat ulang tahun suami saya - Perusahaan tersebut memberikan kesempatan lagi kepada suami saya untuk mengikuti aptitude test. It's just a test but it means a lot to us. Tanggal 6 April suami saya berangkat test. Berangkat dengan doa dan harapan dari kami sekeluarga.

Dan hari ini, suami saya mendapat email notification lagi dari mereka. Perusahaan tsb meminta suami saya untuk mengirimkan file-file yang mereka perlukan. Dan malam ini kami akan persiapkan seluruh file tersebut dengan sangat baik.

Semoga step by step proses seleksi karyawan yang sedang dijalani suami saya berjalan lancar dan hasilnya sesuai dengan doa dan harapan kami. Semoga Tuhan berbelas kasih melihat usaha kami... Amin...


No comments:

Post a Comment